Sebanyak 6 item atau buku ditemukan

Sejarah Periwisata Menuju Perkembangan Pariwisata Indonesia

  • ISBN 13 : 9786024334376
  • ISBN 10 : 9786024334376
  • Judul : Sejarah Periwisata Menuju Perkembangan Pariwisata Indonesia
  • Pengarang : Bungaran Antonius Simanjuntak,  
  • Kategori : [Pariwisata]
  • Penerbit : Yayasan Obor Indonesia,
  • Klasifikasi : 910
  • Call Number : 910 BUN s
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : cet ke-1
  • Penaklikan : vi .; 21 cm
  • Tahun : 2017
  • Halaman : 257
  • Ketersediaan :
    0001.21806070
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806069
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806068
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806067
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806066
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806065
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806064
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806063
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806062
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar
    0001.21806061
    Tersedia di Perpustakaan Utama IAIN Batusangkar

Konsepku Membangun Bangso Batak

Manusia, Agama, dan Budaya

Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain: a. Kepemimpinan yang rapuh. b. Kebersamaan yang tidak utuh. c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang. d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya. e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar. f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri. g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu. Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) . Pelayanan sosial Elim HKBP sifatnya adalah humanis universal. Artinya membantu manusia untuk tetap hidup sebagai manusia yang bermartabat. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk turut hidup meramaikan dunia ini. Sebagai lembaga yang didirikan oleh satu gereja berbasis etnis Batak, tentunya landasan kulturalnya sangat kuat, yakni budaya Batak. Di dalam kebudayaan Batak pada umumnya ada filosofi yang kuat untuk saling membantu sesama mereka. Salah satu filosofi itu ialah saling membantu, saling gotong royong. Ungkapan yang kuat milik orang Batak, terutama Toba ialah si sada anak, si sada boru. Si sada lungun si sada las ni roha. Artinya kepemilikan kolektif.

Ekonomi Lidi, menjembatani ekonomi liberal dan ekonomi kerakyatan
Mempersatukan ketiga sistem tersebut seperti disajikan di dalam ... Maka
alternatif ekonomi lidi diharapkan dapat menjadi penguat pembanguan ekonomi
nasional.

Pemikiran Tentang Batak

Setelah 150 Tahun Agama Kristen di Sumatera Utara

……..bahkan ada pendeta menganggap bahwa dirinya setara dengan Allah sehingga Konfesi HKBP dilihat hanya sebagai pengakuan iman di atas kertas dan RPP HKBP hanya sekadar hukum yang tidak perlu diberlakukan dalam kehidupannya. Bahwa RPP atau Hukum Penggembalaan dan Siasat Gereja hanya diperuntukkan bagi umat golongan kaum awam saja. Sudah semakin banyak pendeta HKBP mengabaikan keadilan dan kebenaran, semakin materialistis dan hanya memperkaya diri tanpa memerhatikan umat yang harus dilayani….. Semakin melemahnya penegakan Hukum Penggembalaan dan Siasat Gereja terhadap para pendeta yang sudah terang-terangan menzalimi kekudusan umat Allah, sehingga melukai hati umat. (Pdt Dr. Dewi Sri Sinaga MTh, STT HKBP Pematangsiantar) *** Dengan menetapkan Pengakuan Percaya (Konfesi) HKBP sebagai salah satu judul untuk buku ini maka editor sudah memerhatikan betapa pentingnya menyatakan pengakuan tentang Kristus di masa kini. Pengakuan Percaya ini amat penting untuk gereja-gereja di Sumatera Utara. Sebab suatu Pengakuan Percaya adalah untuk dihayati, diberlakukan, dan diberitakan. Mudah-mudahan Pengakuan Percaya 1951 tidak hanya merupakan suatu naskah historis yang tua saja. (Prof. Pdt Dr. Lothar Shreiner, mantan Guru Besar STT HKBP, Pematangsiantar). *** Para komponis lagu-lagu Batak angkatan baru di antaranya Rinto Harahap, Dakka Hutagalung, Charles Simbolon, Siska Sianturi, Tagor Tampubolon, William Naibaho, Dorman Manik, Raya Purba, Bunthora Situmorang, Tigor Panjaitan, Bustan Hutabarat, dan sebagainya. Pencipta lagu Batak Cha cha irama dangdut yang pasti diinspirasi alunan ombak Danau Toba untuk Cha cha dan dangdutnya antara lain Fredy Tambunan, Anton Siallagan, William St Baho, Mangara T. Manik, Edison Sibuea. Mereka secara langsung atau tidak langsung terinspirasi oleh keindahan Tao Toba........dan alunan riaknya......serta jiwanya.......

Perubahan ini berarti suatu kemajuan oleh karena fungsi para parbaringin ini
sedikit banyaknya berbau magi, karena memuja arwah nenek moyang, dan
beranggapan mereka dekat kepada alam dunia gaib. c. Ditaruhon jual.
Mengawinkan anak gadis dengan cara diantar ke. 8 Cucu yang sudah lahir,
diberi kesempatan melakukan acara adat menyulang nenek-kakeknya, sehingga
menjadi satu cara pengesahan perkawinan lari orang tuanya. (ED) 9 Ditaruhon
jual, pengantin ...

Arti dan Fungsi Tanah Bagi Masyarakat Batak Toba, Karo, Simalungun (Edisi Pembaruan)

Tidak tersedia apa pun

Indonesia sebagai Negara mengarahkan pembangunannya dari “agraris”
menjadi “industrialis”. Ini tentu sangat memengaruhi tidak saja peruntukan atau
guna tanah, melainkan juga pola pemikiran tanah. Masalah pertanahan dewasa
ini menjadi masalah yang pelik dan rumit. Di mana-mana terjadi sengketa tanah,
tidak hanya di kota-kota, tetapi juga di desa-desa. Tragisnya, kebanyakan dari
masalah tanah tersebut tidak mendapat penyelesaian yang jelas. Dengan
perkataan lain ...

Dampak otonomi daerah di Indonesia

merangkai sejarah politik dan pemerintahan Indonesia

On decentralization in government in Indonesia.

... aspek ideologi dan politik turut memengaruhi pemikiran-pemikiran yang
berkembang. Salah satu di antaranya adalah teori ketergantungan yang
dikembangkan terutama berdasarkan keadaan pembangunan di Amerika Latin
pada tahun 1950-an. Teori ketergantungan (Baran 1957)15 ini, analisisnya,
didasarkan pada adanya interaksi antara struktur internal dan eksternal dalam
suatu sistem. Keterbelakangan negara-negara Amerika Latin terjadi pada saat
masyarakat prakapitalis ...

Metode Penelitian Sosial (edisi revisi)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ? Disingkat menjadi MASKADI Dalam bahasa Inggris ialah : Why, What, When, Where, Who. Disingkat 5W Suatu hal yang mengherankan adalah, mengapa di dalam bahasa inggris unsur who atau siapa diletakan di tempat paling belakang? Di dalam bahasa dan budaya Indonesia, unsur Siapa atau unsur “orang” yang menjadi penanggung hak dan kewajiban, mempunyai tempat yang penting. Maka di dalam tulisan ini Siapa ditempatkan di tengah-tengah. Perbedaan dalam pemikiran ini sudah biasa, karena budaya di Indonesia berbeda dengan keadaan di Amerika atau Eropa. Menurut penulis, maka manusia sebagai penanggung jawab hak dan kewajiban sangat menentukan dalam proses hubungan antar anggota masyarakat. Maka di dalam bahasa Indonesia “Siapa” ditempatkan di tengah. Mungkin perumusan Barat ini lebih sesuai untuk penelitian Ilmu Ekonomi. (Soedjito) Penulis buku ini adalah murid dan guru. Pengalaman guru ditambah dengan pengalaman murid. Pengalaman para guru yang diturunkan kepada guru penulis ini kemudian terakumulasi di dalam pengajarannya kepada para murid.Ditambah dengan pengalaman latihan penelitian yang dilakukannya kepada para mahasiswanya. Akumulasi baru terbangun ketika akumulasi pengalaman warisan ditambah pengalaman guru sendiri, kemudian ditambah pengalaman muritnya, maka muncullah konsep metodologi dengan gaya yang baru berbeda dengan gaya buku pengarang Barat yang dikutip kebanyakan penulis. Buku demikian yang penulis harapkan atas buku ini. (BAS)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ?