Sebanyak 72753 item atau buku ditemukan

Evaluasi Pembelajaran Biologi

Buku ini disusun dengan tujuan sebagai referensi bagi mahasiswa calon guru biologi, bagi guru biologi, pemerhati pembelajaran biologi, dan juga bagi guru berbagai bidang untuk memperkuat bagaimana melakukan proses penilaian, pengukuran, dan pelaporan hasil belajar peserta didik. Buku ini telah dilengkapi contoh-contoh soal latihan ke arah pembelajaran biologi, namun tidak menutup kemungkinan dapat digunakan oleh guru berbagai bidang sebagai referensi dan sebagai pembanding.

Buku ini disusun dengan tujuan sebagai referensi bagi mahasiswa calon guru biologi, bagi guru biologi, pemerhati pembelajaran biologi, dan juga bagi guru berbagai bidang untuk memperkuat bagaimana melakukan proses penilaian, pengukuran, dan ...

Panduan penilaian autentik pendidikan agama Islam pada madrasah

Guideline for Islamic education at Islamic schools in Jakarta.

Guideline on authentic assessment for Islamic religious education in Jakarta, Indonesia.

MERANCANG PENILAIAN AUTENTIK

Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru hendaknya memahami secara jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada dirinya sendiri, khususnya berkaitan dengan : (1) Pengetahuan, sikap dan keterampilan apa yang akan dinilai, (2) Fokus penilaian akan dilakukan, misalnya, berkaitan dengan pengetahuan sikap dan keterampilan, dan (3) Tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai, seperti ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, menilai maupun menciptakan. Untuk itu sebelum melakukan penilaian terlebih dahulu menentukan alat ukur yang tepat untuk mengukur kompetensi apa yang hendak dinilai. Alat ukur atau instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi hasil belajar dapat berupa tes maupun non tes. Tes biasanya digunakan untuk mengukur hasil belajar dalam ranah kognitif dan keterampilan sederhana sedangkan non tes biasanya digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar dalam aspek afektif dan psikomotor. Informasi hasil belajar yang terkumpul perlu diolah untuk kemudian diambil kesimpulan. Untuk mengolah hasil belajar itu sendiri terdapat dua pendekatan yang sering digunakan yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Pemahaman terhadap konsep dasar penilaian dalam pembelajaran merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru maupun calon guru. Dengan menelaah hasil penilaian seorang pendidik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan proses pembelajarannya, atau justru sebaliknya. Sehingga informasi ini penting sebagai umpan balik (feed back) terhadap proses pembelajaran. Umpan balik inilah yang akan dijadikan tolak ukur untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Untuk itu penulis memberikan sedikit gambaran dengan penyusunan buku ini tanpa bermaksud menggurui apa yang sebenarnya telah banyak diketahui oleh para praktisi pendidikan terutamanya guru yang telah terbiasa dengan istilah pengukuran, penilaian dan evaluasi, dan bahkan telah mengaplikasikannya secara nyata di dalam proses pembelajarannya.

Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru hendaknya memahami secara jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

Penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Penilaian harus bersifat komprehensif dan holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran. Penilaian dilakukan secara berkesinambungan untuk memperoleh informasi pembelajaran. Dalam melakukan penilaian guru harus memegang teguh prinsip-prinsip dalam standart penilaian otentik yakni keeping track, Checking up, Finding out, Summing up. Penilaian Otentik memiliki relavansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Guru bukan hanya dituntut untuk mengukur hasil kerja siswa tetapi juga proses belajar yang dilalui siswa. Diantara proses Penilaian Otentik ini dapat menggunakan berbagai jenis penilaian diantaranya adalah: 1) tes standart prestasi, 2) tes buatan guru, 3) catatan kegiatan, 4) catatan anekdot, 5) skala sikap, 6) catatan tindakan, 7) konsep pekerjaan, 8) tugas individu, 9) tugas kelompok atau kelas, 10) diskusi, 11) wawancara, 12) catatan pengamatan, 13) peta perilaku, 14) portofolio, 15) kuesioner, dan 16) pengukuran sosiometri. Penilaian Otentik mementingkan penilaian proses dan hasil sekaligus. Dengan demikian, seluruh tampilan siswa dalam rangkaian kegiatan pembelajaran dapat dinilai secara objektif, apa adanya, dan tidak semata-mata hanya berdasarkan hasil akhir (produk) saja. Buku “Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Kurikulum 2013" ini wajib dimiliki oleh praktisi pendidikan untuk mengetahui dan melaksanakan penilaian dengan lebih baik.

A. Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Definisi Penilaian autentik (Authentic
Assessment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
mengukur pencapaian hasil belajar siswa . Penilaian autentik merupakan
penilaian ...

Instrumen Penilaian & Validasinya

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam menciptakan pendidikan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermanfaat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 tantang Guru dan Dosen.

Saat ini penilaian autentik menjadi populer di Indonesia, khusunya di kalangan
pendidik setelah kurikulum 2013 tahap revisi menerapkan penilaian autentik
dalam mengukur kemajuan belajar peserta didik. Penilaian autentik merupakan
 ...

Pedoman Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik SMK Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Sasis Dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan

Ada beberapa kesulitan yang dihadapi guru produktif. Tugas seorang guru produktif di SMK tidak hanya mengajar saja tetapi setelah mengajar perlu melakukan penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian ini tidak bisa hanya membuat butir soal tes saja kemudian diberikan ke peserta didik dan dinilai hasilnya. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan agar butir soal tes tersebut layak digunakan. Penilaian hasil belajar peserta didik tidak hanya melalui tes. Penilaian menggunakan non tes perlu dilakukan untuk menilai hasil belajar peserta didik pada aspek sikap. Jumlah jam mengajar yang tinggi juga merupakan kesulitan guru produktif. Tingginya jam mengajar mata pelajaran produktif membuat guru kesulitan membagi waktu untuk membuat beragam soal tes yang disesuai dengan tujuan pembelajaran. Pedoman Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik SMK Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan hadir untuk memudahkan guru produktif TKR dalam membuat soal tes, soal non tes, dan cara penilaiannya. Buku ini disusun berdasarkan peraturan dan buku penilaian terbaru dari Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

Penilaian autentik dilakukan oleh pendidik secara berkelanjutan. b. Penilaian diri
dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum penilaian harian. c.
Penilaian proyek dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses
pembelajaran ...