Melatih Kemampuan Problem Posing melalui Situation-Based Learning bagi Siswa Sekolah Dasar

Di kelas, guru lah yang serig bertanya ke siswa dan bukan sebaliknya. Pernahkah berpikir, bahwa sebenarnya banyak sekali yang ingin siswa tanyakan, tapi tak pernah sampai terungkapkan. Jika seperti ini terus, maka banyak kesempatan siswa bertanya, yang terlewatkan. Bukankah dari berbagai pertanyaan siswa itulah, guru dapat melihat dan mengevaluasi kertercapaian proses pembelajaran (yang terjadi) pada diri siswa? Sayangnya, selama ini metode pembelajaran yang digunakan di kelas justru lebih menekankan siswa untuk belajar menjawab, daripada belajar untuk bertanya (menyajikan permasalahan), sehingga tidak mengembangkan kesadaran siswa terhadap masalah. Akibatnya, kemampuan problem posing siswa menjadi rendah, siswa kurang berkesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan produktivitas berpikirnya. Siswa tidak belajar bagaimana menyajikan masalah matematis, bagaimana bertanya, apa yang sebaiknya ditanyakan (problem posing), sehingga kesadaran mereka terhadap masalah itu sendiri masih sangat rendah. Oleh karena itu, buku ini dihadirkan dalam rangka menjawab permasalahan tersebut. Mengapa kemampuan problem posing penting untuk dimiliki siswa dan bagaimana mengembangkan kemampuan problem posing tersebut dalam suatu proses pembelajaran di kelas. Salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi kebutuhan itu adalah model Situation-Based Learning. Bagaimana model pembelajaran SBL ini dapat melatih kemampuan problem posing, dikumpas tuntas dalam buku ini.

2), “LKS atau Lembar Kerja Siswa merupakan sarana pembelajaran yang dapat
digunakan guru dalam meningkatkan keterlibatan atau aktivitas siswa dalam
proses belajar-mengajar”. Dijelaskan lebih lanjut oleh Hendro Darmodjo dan
Jenny ...