POTENSI PSEUDOMONAD FLUORESEN ISOLAT CAS3 PADA BEBERAPA FORMULA DENGAN PENAMBAHAN STABILIZER GLISEROL DALAM MENGENDALIKAN BLOOD DISEASE BACTERIA (BDB) SECARA INVITRO

Linda Advinda, Mades Fifendy, Yossi Rahmadeni

Abstract


The purpose of this study was to determine the potential of fluorescent pseudomonads on some carrier with the addition of stabilizer glycerol in controlling Blood Disease Bacteria invitro. The experiment was conducted from May to July 2013, housed in the Laboratory of Plant Physiology, FMIPA UNP. Parameters measured were the amount of inhibition zone diameter fluorescent pseudomonads in controlling BDB CAS3 invitro. Observations preservation is done every 10 days until a preservation period of 60 days. This study is an experiment in completely randomized design (CRD) with 9 treatments and 3 replications. The treatments were fluorescent pseudomonads carrier CAS3 on tapioca (glycerol addition of 0,03 mL, 0,04 mL and 0,05 mL); carrier CAS3 fluorescent pseudomonads in rice flour (glycerol addition of 0,03 mL, 0,04 mL and 0,05 mL); carrier CAS3 fluorescent pseudomonads on talc (glycerol addition of 0,03 mL, 0,04 mL and 0,05 mL). Inhibition zone diameter data were analyzed using ANOVA at 5% significance level and continued with DNMRT test at 5% significance level. The results showed that the large inhibitory zone formed around the Blood Disease Bacteria vary. Results of analysis of variance on the preservation period of 10 days was significantly different at DNMRT further test, with the largest inhibition zone that is in treatment F (6,41mm) and the lowest in treatment I (1.15mm), whereas the preservation period of 20 to 60 days is not significantly different. All types of fluorescent pseudomonads carrier Cas3 potential in controlling Blood Disease Bacteria invitro.

Key words : pseudomonad fluoresen, Blood Disease Bacteria, Glycerol

References


Advinda L. 2009. Tanggap Fisiologis Tanaman Pisang yang Diintroduksi dengan For-mula Pseudomonad Fluoresen Terhadap Blood Disease Bacteria (BDB). Disertasi. Padang: Universitas Andalas.

Armaleni. 2013. Uji Antagonis Pseudomonad Fluoresen dengan Ralstonia solana-cearum Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Tomat (Licopersicom escu-lentum) Secara In Vitro. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Asrul. 2008. Uji sensivitas koloni BDB (Blood Disease Bacterium) terhadap pemberian bahan kimia secara in vitro. Jurnal Agro-land. No. 15. Vol. 3.

Chatri, M. 2006. Buku Ajar Fitopatologi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Chotiah S. 2008. Kelangsungan hidup plasma nutfah mikroba Pseudomonas spp. Sete-lah penyimpanan jangka lama pada suhu kamar dan -15°C. Seminar Nasional Tek-nologi Peternakan dan Veteriner 2008. Bogor: Balai Besar Penelitian Veteriner.

Chrisnawati. 2011. Pengujian formula agensia hayati Bacillus sp. dan Pseudomonad fluoresen untuk mengendalikan penyakit layu bakteri nilam. Jurnal embrio. No. 2 Vol. 4.

Dahlia Y. 2013. Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Viabilitas Pseudo-monad fluoresen yang Diformulasi Me-nggunakan Talkum. Skripsi. Jurusan Bio-logi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Padang: Universitas Negeri Padang.

Dixon SJB. 1999. Kaolinit and serpentine group mineral. USA: Insconsin.

Hanafiah KA, Napoleon A dan Nuni G. 2007. Biologi Tanah Ekologi dan Mikrobiologi Tanah. Jakarta: PT Raja Grafindo Per-sada.

In’am K. 2013. Pengaruh Penambahan Gliserol dalam Bahan Pembawa Alginat terhadap Viabilitas Pseudomonad fluoresen. Skrip-si. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Padang: Universitas Negeri Padang.

Machmud M. 2001. Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroba. Buletin Agrobio. Bogor: Balai Penelitian Bioteknologi Ta-naman Pangan.

Nasrun dkk. 2010. Perbanyakan dan pengujian efektivitas agensia hayati (Pseudomonad Fluoresen) untuk pengendalian penyakit layu bakteri Nilam. Laporan Teknis Pe-nelitian Tahun Anggaran 2010. Balai Pe-nelitian Tanaman Obat dan Aromatik.

Nurwantoro dan Djarijah AS. 1997. Mikro-biologi Pangan Hewan-Nabati. Yogya-karta: Kanisius.

Özaktan H and Bora T. 2004. Biological Control of Fire Blight in Pear Orchards With a Formulation of Pantoea agglo-merans Strain Eh 24. Braz. J. Microbiol. São Paulo. No. 3. Vol. 35.

Parjono. 2008. Pseudomonas sp. sebagai pe-macu pertumbuhan dan pengendali hayati fungsi patogen akar tanaman kedelai. Disertasi. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Pelczar MJ dan Chan ECS. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 1. Jakarta: Universitas Indonesia.

Pratiwi ST. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Ja-karta: Erlangga.

Purba DR. 1999. Pengaruh Beberapa Bahan Perekat Terhadap Kebugaran Pseudo-monas fluoresen B-29 dan Xanthomas campestris pv. Glycines 1 FL pada Benih Kedelai (Glycines max (L.) Merril). Skripsi. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Purwoko T. 2007. Fisiologi Mikroba. Jakarta: Bumi Aksara.

Sulistiani. 2009. Formulasi Spora Bacillus subtilis Sebagai Agens Hayati dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Berbagai Bahan Pembawa. Bogor: Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB.

Suprapti ML. 2005. Tepung Tapioka. Yog-yakarta: Kanisius.

Suriawiria U. 1999. Mikrobiologi. Jakarta: Uni-versitas Terbuka.

Susanti RR. 2013. Viabilitas Pseudomonad fluoresen Formula Tapioka dengan Pe-nambahan Laktosa sebagai Senyawa Pen-stabil. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Padang: Universitas Negeri Padang.

Toha A. 2001. Biokimia Metabolisme Bio-molekul. Bandung: Penerbit Alfabet




DOI: http://dx.doi.org/10.31958/js.v6i2.109

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Linda Advinda, Mades Fifendy, Yossi Rahmadeni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.